UMKM Penopang Terbesar PDRB Jatim

21 Juli 2018, Dilihat 238 kali

Saat kondisi krisis ekonomi yang masih bergejolak, UKM menjadi  penopang yang ekonomi sehingga kondisi di Jawa Timur tetap kondusif. 

"Sektor UKM hingga saat ini masih menopang lebih dari separuh perekonomian Jatim. Dengan kontribusi mencapai 54 persen pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim," kata Gubernur Jatim, Soekarwo, saat di temui di Grahadi. 

Kontribusi UKM itu dibuktikan tingginya sumbangan UKM terhadap PDRB Jatim mencapai sekitar Rp900 triliun mulai Januari hingga Agustus 2016. Sementara di Januari hingga Oktober 2015, sumbangan sebesar Rp1.100 triliun. "Karena itu pemerintah harus mengembangkannya, karena UKM kunci untuk meningkatkan prekonomian," kata Pakde Karwo, sapaan akrabnya Soekarwo itu.

Menurut Pakde Karwo, kehebatan UKM tak perlu dikhawatirkan lagi karena sudah teruji pada saat krisis melanda Jatim beberapa tahun lalu. Kala itu, kata dia, banyak industri skala besar kesulitan dalam menyelamatkan diri dari terpaan krisis. "Sektor UKM justru sebaliknya, mampu menyelamatkan prekonomian Jatim seperti sekarang ini," ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM Jatim, Mas Purnomo, menambahkan, event pameran kali ini diikuti oleh 220 pelaku UMKM dari 38 kabupaten/kota yang ada di Jatim. "Mereka merupakan pelaku UKM yang telah berhasil menjual produknya ke berbagai negara yang ada di dunia," kata Purnomo.

Berdasarkan data yang ada, lanjut Purnomo, UKM Jatim mampu menyerap menyerap tenaga kerja sebesar 11,12 juta orang. Jatim memiliki sekitar 6,81 juta pengusaha UKM dengan omzet mencapai Rp30 triliun per tahun. Rincian 95,71 persen atau 6,50 juta usaha mikro, sebanyak 250 ribu atau 3,84 persen usaha kecil, dan 0,45 persen atau 50 ribu usaha menengah.
"Dari jumlah itu (6,81 juta), UKM yang sudah tembus ekspor mencapai sekitar 3 ribu UMKM dengan omzet mencapai Rp300 miliar per triwulan," urainya.

Karena itu, kata Purnomo, pihaknya akan terus berupaya mengembangkan sektor UKM di Jatim. Di antaranya, mengembangkan jumlah koperasi sehingga bisa mendukung permodalan bagi UKM. 

Jumlah koperasi di Jawa Timur saat ini mencapai sekitar 31 ribu dengan jumlah koperasi aktif sebanyak 28 ribu koperasi. "Dengan adanya koperasi ini bisa memberdayakan UKM, juga bisa saling berjaringan bisa memperbaiki penjualan dan lainnya," kata Purnomo.

Detail Publish

Tanggal Entry : 21 Juli 2018
Kategori : Berita Terkini

Berita Berita Terkini Lainnya